Konstelasi Geopolitik Pemilu 2014 oleh Ribut Lupiyanto

Posted by webkoe on Selasa, 01 April 2014 | 0 komentar | Leave a comment...

Pemilu 2014 sebagai pesta demokrasi mestinya dapat dinikmati, diikuti, dan dijangkau semua warga di seluruh pelosok Nusantara. Karakter dan dinamika geografis Indonesia penting menjadi rujukan penyelenggara pemilu. Paling tidak ada dua pihak yang berkepentingan, yaitu peserta dan penyelenggara pemilu. Peserta pemilu berkepentingan sebagai strategi pemenangan dan penyelenggara pemilu berkepentingan untuk kesesuksesan agenda pemilu.

Dinamika geopolitik antarparpol di Indonesia menujukkan pergeseran dari pemilu ke pemilu, khususnya pascareformasi. Pemilu 2004 mengantarkan Partai Golkar mendominasi peta politik nasional. Sebanyak 271 kabupaten/kota dikuasai dengan total suara 21,57%. PDIP hanya mampu menguasai 89 kabupaten/kota dengan perolehan 18,53% suara. Partai ini hanya mampu mempertahankan 72 kantong massanya, kehilangan 22 kantong, dan membentuk kantong massa baru di 18 kabupaten/kota.

Selanjutnya pada Pemilu 2009 peta sedikit berubah. Berdasarkan data LSI (2009), wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dimenangi Partai Demokrat dengan 26,7% suara. Wilayah Jawa Tengah-DIY masih dikuasai PDIP (19,1%), sedangkan di Jawa Timur Partai Demokrat menjadi jawara dengan 22,1%. Partai Demokrat kembali meraih suara teratas di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara dengan 16,9%.

Dinamika spasial di atas diprediksi kembali bergeser di Pemilu 2014. DKI Jakarta berpotensi direbut PDIP jika sukses memanfaatkan Jokowi effect. Jika PDIP gagal, PKS akan kembali merebut lantaran sukses memberikan pelayanan kebencanaan. Banten diprediksi akan lepas dari genggaman Partai Golkar sebagai dampak kasus Ratu Atut. PDIP siap menerima limpahan suara Partai Golkar di sini.

Jawa Barat dengan penduduk terbesar akan sengit kompetisinya. PKS diprediksi mati-matian memanfaatkan kemenangan Ahmad Heryawan di pemilu kada untuk kedua kalinya. Jawa Tengah-DIY menjadi paling stabil dan diprediksi tetap dipegang PDIP. Jawa Timur akan diperebutkan Partai Demokrat, PDIP, dan PKB. Partai Demokrat berhasil mempertahankan Soekarwo sebagai gubernur, tetapi imbas citra negatif nasional akan berdampak kuat di wilayah ini. Pulau Jawa dengan pemilih mencapai 70% tetap akan menjadi fokus semua parpol untuk dapat dimenangi.

Peta dinamis geopolitik mesti ditangkap parpol dan caleg melalui geostrategi pemenangan. Kemenangan di pemilu kada oleh suatu parpol penting dioptimalkan sebagai wilayah basis. Hal lain yang juga penting diperhatikan ialah tingkat pengenalan publik, kepercayaan, dan persepsi pemilih, serta dinamika politik di suatu wilayah.

Pencanangan wilayah basis akan berpotensi menambah kepercayaan partai dan mengubah peta kekuatan wilayah. Jika dikelola cerdas, wilayah basis ini akan memberikan multiplier effect untuk wilayah sekitarnya.
Geostrategi parpol dan caleg dapat memilih alternatif antara fokus di daerah potensial atau menyebar secara merata untuk semua wilayah. Kelemahan fokus ialah persaingan yang ketat, sedangkan kelebihannya potensi suara besar. Kelemahan pemerataan ialah butuh biaya dan upaya ekstra, sedangkan kelebihannya memiliki peluang besar secara kumulatif. Parpol besar dengan struktur mapan dan caleg kuat diprediksi akan mengombinasikan geostrateginya.

Geostrategi, selain secara makro meneropong aspek Jawaluar Jawa, juga penting memperhatikan aspek desa-kota, kepulauan-daratan, agraris-maritim, dan karakter geografis lainnya. Peta dan isu antarwilayah tersebut menunjukkan karakter berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pemenangan berbeda pula.

Geopolitik mestinya tidak sekadar dimanfaatkan parpol dan caleg untuk mengeruk suara. Tanggung jawab pendidikan politik dapat dioptimalkan melalui geostrategi. Penguasaan wilayah juga seyogianya tidak disalahartikan menjadi mitos politik penguasaan tunggal. Artinya, suatu wilayah diklaim oleh parpol dan caleg tertentu menjadi wilayahnya dan menimbulkan konflik jika ada yang masuk. Kedewasaan berpolitik dan kecerdasan geopolitik peserta pemilu diuji dalam upaya pemenangan Pemilu 2014. []

Ribut Lupiyanto;
Deputi Direktur C-PubliCA
(Center for Public Capacity Acceleration) Yogyakarta
Selengkapnya:
MEDIA INDONESIA,  20 Maret 2014

Transkrip Lengkap Komunikasi Malaysia Airlines Dirilis, Tak Ada Keanehan

Posted by webkoe on | 0 komentar | Leave a comment...

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Pemerintah Malaysia, Selasa (1/4/2014), merilis transkrip lengkap komunikasi antara para pilot Malaysia Airlines MH370 yang hilang dengan pengawas lalu lintas udara. Tak ada keanehan dalam percakapan itu.

"Tak ada indikasi atau sesuatu yang tak normal dalam transkrip percakapan itu," kata Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein.

Sebanyak 43 transmisi terpisah dalam 54 menit hanya dipenuhi istilah-istilah navigasi udara dan tidak memberikan keterangan apa pun soal adanya masalah di atas pesawat yang hilang itu.

Dalam transkrip itu terdapat percakapan terakhir pengawas lalu lintas udara Malaysia dengan MH370 yang menyatakan "good night" dan memerintahkan pilot melanjutkan komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara Malaysia.

Transkrip percakapan terakhir menunjukkan pukul 01.19 dini hari. Saat itu salah satu pilot MH370 mengatakan,"Good night, Malaysian three seven zero".

Tak lama setelah komunikasi itu, MH370 hilang dari radar dan hingga saat ini belum ditemukan, meski Pemerintah Malaysia yakin arah pesawat itu berubah dan terbang selama beberapa jam di atas Samudra Hindia sebelum jatuh di wilayah itu.

Transkrip percakapan itu, terulama kata-kata terakhir dari MH370, telah memicu banyak spekulasi menyusul pernyataan awal pemerintah dan maskapai yang menyatakan kalimat terakhir pilot adalah kalimat biasa "All right, good night".

Hilangnya pesawat itu kemudian memicu spekulasi bahwa salah satu pilot yaitu Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) atau kopilot Fariq Abdul Hamid (27) telah sengaja mengubah arah terbang pesawat itu.

Di bawah tekanan untuk segera mengungkap masalah ini, Pemerintah Malaysia kemudian mengoreksi kata-kata terakhir MH370 pada Senin (31/3/2014), tetapi belum memberikan transkrip utuh.

Awalnya, Malaysia Airlines mengatakan kalimat terakhir itu diucapkan kopilot Fariq. Namun, penyidik mengatakan investigasi belum memastikan hal itu.

Ruhut: Penyusup yang Bagi-bagikan Uang di Kampanye Demokrat

Posted by webkoe on | 0 komentar | Leave a comment...

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyangkal ada simpatisan partainya yang membagi-bagikan uang saat digelar kampanye akbar Demokrat di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (1/4/2014). Menurutnya, orang yang membagikan uang pada saat kampanye itu hanya penyusup yang menggunakan atribut partainya.

"Itu hanya penyusup yang mau mengacaukan, kalau kader kami enggak mungkin," kata Ruhut saat dihubungi, Selasa malam.

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, seharusnya pelaku yang membagikan uang di saat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berorasi dalam kampanye langsung ditangkap tangan. Dengan begitu tidak muncul tudingan negatif pada partainya.

Secara khusus, kata Ruhut, pimpinan di partainya selalu mewanti-wanti agar tak ada praktik bagi-bagi uang di setiap kampanye. Demokrat ia pastikan tak memberikan toleransi pada praktik buruk seperti itu.

"Harusnya ditangkap tangan tadi. Kita enggak main bagi-bagi uang seperti itu," ujarnya.

Pembagian uang itu dilakukan oleh dua orang pada kampanye Partai Demokrat di samping Sungai Musi, Palembang. Pantauan di lapangan, terdapat empat orang sedang menepi di pagar pembatas antara tempat penonton dengan panggung untuk wartawan meliput. Dua orang di antaranya berjaket Partai Demokrat, satu perempuan dan satu laki-laki. Adapun dua orang lain adalah perempuan mengenakan seragam biru dan kaus Partai Demokrat.

Seorang perempuan yang memakai jaket Demokrat tampak membawa segepok uang dengan nominal Rp 100.000. Sebelumnya, dia sudah membagi-bagikan kepada massa yang hadir pada kampanye Partai Demokrat.

Peristiwa lain yang tertangkap kamera wartawan adalah saat seorang pria berjaket Partai Demokrat tengah dikerumuni simpatisan dan kader partai itu di tengah acara. Massa tampak heboh karena pria itu membawa uang. Satu per satu orang yang hadir tersebut mendapatkan uang yang diambil dari saku pria tersebut.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang memberikan orasi pada saat pembagian itu berlangsung, tidak mengetahui adanya peristiwa ini. Dia tetap menyelesaikan orasinya selama 30 menit. Di dalam orasinya, SBY menyinggung capaian-capaian pemerintah selama ini. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 9 April 2014.

Basuki Tak Tahu Alasan Prabowo Sebut Jokowi Tak Berterima Kasih

Posted by webkoe on | 0 komentar | Leave a comment...

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku, dia dan Joko Widodo sudah menghadap Prabowo Subianto setelah memenangi Pilkada DKI 2012. Saat itu, keduanya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Ketika Prabowo menyebut Jokowi tidak berterima kasih kepadanya, Basuki mengaku tidak tahu alasan Prabowo mengatakan hal tersebut.

"Aku tidak tahu, mesti tanya sama Pak Jokowi langsung. Tapi yang pasti, bilang terima kasih kan sudah biasa ya karena kita kan orang timur. Saya sih tidak tahu masalah beliau (Prabowo) menganggap Pak Jokowi begitu," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Selasa (1/4/2014).

"Kami pernah bertemu bertiga segala macam kok. Ya, kita sih pasti bilang terima kasih ya. Tapi ya susah juga tafsirannya," ucap pria yang akrab disapa Ahok itu.

Dalam wawancara dengan sebuah majalah online, Prabowo mengungkap kekecewaan terhadap Jokowi sejak terpilih sebagai Gubernur DKI. Padahal, ia mengaku sudah berjuang memenangkan Jokowi, tetapi tak ada ucapan terima kasih sama sekali dari mantan Wali Kota Surakarta itu.

"Toto kromo-nya tidak bagus. Saya diajari, perbuatan sekecil apa pun seharusnya dijawab dengan terima kasih. Dia tidak datang ke tempat saya, tidak ucapkan terima kasih sama sekali," kata Prabowo.

"Sniper" Inggris Tewaskan 6 Taliban dengan Satu Peluru

Posted by webkoe on | 0 komentar | Leave a comment...

KABUL, KOMPAS.com - Seorang penembak jitu atau sniper Inggris berhasil menembak mati enam anggota Taliban hanya dengan satu butir peluru. Peluru itu, menghantam pemicu rompi bom bunuh diri yang dikenakan salah seorang Taliban yang kemudian meledak dan menewaskan lima orang Taliban lainnya.

Sang sniper adalah seorang kopral berusia 20 tahun menembak targetnya dari jarak 850 meter, menewaskan si calon "pengantin" dan lima orang Taliban lainnya.

Insiden itu terjadi di Kakaran, Afganistan selatan pada Desember tahun lalu namun baru diungkap saat ini di saat Inggris bersiap menarik mundur seluruh tentaranya dari Afganistan akhir tahun ini.

Letnan Kolonel Richard Slack, salah seorang perwira AD Inggris di Afganistan, mengatakan penembak jitu yang tak disebutkan namanya itu berhasil mencegah sebuah rencana serangan besar Taliban.

"Orang ini mengenakan rompi. Dia terlihat oleh sniper sedang bergerak di bawah pepohonan dan berjalan melompati sebuah parit. Dia mengenakan selendang yang saat terbuka, sniper melihat orang itu membawa senapan mesin," kata Letkol Slack.

"Si sniper lalu bergerak ke posisi tembak. Dia menembak dan orang itu meledak. Ada jeda di radio sebelum dia mengatakan, 'saya kira saya menembak seorang pengebom bunuh diri'. Beberapa dari mereka juga tewas akibat ledakan," tambah Slack.

Di saat bersamaan sebuah rompi bom bunuh diri berisi bom seberat 20 kilogram ditemukan tak jauh dari lokasi tewasnya kelima anggota Taliban itu.

Si sniper bukan kali itu saja membuat sebuah tembakan luar biasa. Dia juga pernah menembak mati seorang anggota Taliban yang memegang senapan mesin kaliber besar dari jarak 1.340 meter.

Baku tembak yang melibatkan sniper Inggris itu adalah satu dari sejumlah baku tembak antara militer Inggris dan Taliban.

Secara total, 448 prajurit Inggris tewas dalam perang Afganistan sejak 2001. Namun, sejak pasukan Afganistan memegang kendali operasi militer jumlah prajurit Inggris yang tewas semakin berkurang.

Subscription

You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

Most Popular

Tag Cloud

Recent News

Archives